Sekjen Ban sangat khawatir dengan perkembangan situasi di Ukraina dan ingin menghindari semakin memburuknya kondisi di negara Eropa timur tersebut. Sekjen Ban menyebut situasi di Ukraina sangat kacau dan berbahaya.
"Ini memiliki dampak regional dan juga global," ucap Sekjen Ban kepada wartawan dalam kunjungannya ke Selandia Baru, seperti dilansir AFP, Selasa (2/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen Ban mengakui dirinya menyadari bahwa negara-negara Barat khawatir dengan keberadaan separatis pro-Rusia, yang disebut-sebut didukung oleh Rusia, meskipun berulang kali dibantah.
"Saya tahu Uni Eropa, Amerika dan sebagian besar negara Barat tengah membahas dengan sangat serius di antara kalangan mereka soal bagaimana untuk menangani persoalan ini," jelasnya.
"Hal yang penting saat ini ialah mereka seharusnya tahu bahwa tidak ada solusi militer atas situasi ini. Seharusnya dilakukan dialog politik demi terwujudnya solusi politik, yang lebih berkelanjutan," sebut Sekjen Ban.
NATO bersiap menggelar pertemuan di Wales pekan ini untuk membahas operasi militer di wilayah Ukraina bagian timur pasca melihat tindakan intervensi Rusia. Komandan NATO Anders Fogh Rasmussen menyebut, pertemuan ini akan memicu respons cepat NATO secara militer dan menjadi dasar pengerahan ratusan ribu pasukan NATO dalam beberapa hari ke depan ke wilayah-wilayah strategis.
(nvc/nrl)











































