PM Australia Bandingkan Kekejaman ISIS dengan Nazi

PM Australia Bandingkan Kekejaman ISIS dengan Nazi

- detikNews
Selasa, 02 Sep 2014 09:46 WIB
PM Australia Bandingkan Kekejaman ISIS dengan Nazi
Ilustrasi (AFP/Getty Images)
Canberra - Kiprah militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tampaknya membuat geram Perdana Menteri Australia Tony Abbott. Baru-baru ini, PM Abbott menyebut kekuatan ekstrem dibenarkan untuk melawan ISIS dan membandingkannya dengan Nazi.

Dalam beberapa hari ini Australia akan bergabung dengan Amerika Seriakt, dalam misi internasionalnya memasok persenjataan kepada pasukan Kurdi yang tengah memerangi ISIS di Irak bagian utara. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (2/9/2014).

Selama ini, Australia telah mengerahkan bantuan kemanusiaan via udara di sejumlah wilayah Irak yang dikepung ISIS, termasuk di kota Amerli. Dalam kesempatan ini, Abbott membantah laporan pesawat Australia yang mengirimkan bantuan di Irak, diserang ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM Abbott masih bersikeras Australia tidak akan mengirimkan pasukannya secara langsung ke wilayah konflik. Dia bahkan menyebut ISIS sebagai sekte kematian karena melakukan 'pembersihan' etnis di Irak.

Tak hanya itu, Abbott juga membandingkan ISIS dengan Nazi dan komunis. "Kesulitan dalam situasi ini ialah orang-orang ini mengagungkan kematian; mereka benar-benar bersenang-senang saat membunuh," ucap Abbott kepada radio setempat, 2GB.

"Kita telah melalui beberapa abad, hal yang paling mengerikan terjadi, tapi kejahatan yang dilakukan oleh Nazi, oleh komunis dan yang lain, membuat mereka malu, sehingga mereka berusaha menutup-nutupinya," lanjutnya.

"Tapi kelompok ini, sangat bertolak belakang, segera setelah mereka melakukan hal yang kejam dan mengerikan, mereka mengiklankannya di internet agar semua bisa melihat, tapi ini membuat mereka, bagi saya, bukan apa-apa melainkan sekte kematian," sebut Abbott.

"Itulah mengapa saya pikir cukup tepat untuk merespons dengan kekuatan ekstrem terhadap orang-orang seperti ini," tegas Abbott.

ISIS yang masih merajalela di Suriah dan Irak, memicu kekhawatiran dunia karena membunuh ratusan orang, termasuk sejumlah aksi pemenggalan dan eksekusi mati massal. Komentar Abbott ini muncul setelah seorang pejabat senior HAM PBB menyebut ISIS telah melakukan tindakan tidak berperikemanusiaan dalam skala yang besar.

(nvc/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini