Parlemen China pada Minggu, 31 Agustus waktu setempat mengumumkan tanggal 30 September sebagai Hari Martir, yang akan ditandai dengan "event-event di seluruh negeri setiap tahun". Demikian seperti diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir AFP, Senin (1/9/2014).
Beijing menetapkan arti martir sebagai "orang-orang yang mengorbankan nyawa mereka demi kemerdekaan dan kemakmuran nasional".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumuman ini disampaikan di tengah ketegangan yang terus melanda hubungan China dan Jepang terkait masalah wilayah dan sejarah.
Kedua negara hingga kini terus berseteru mengenai pulau-pulau sengketa di Laut China Timur. Perseteruan kian memanas tahun ini setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Januari lalu mengunjungi kuil Yasukuni, yang dibangun untuk mengenang mereka yang tewas selama perang Jepang, termasuk para penjahat perang.
Pengumuman Hari Martir ini disampaikan setelah pada Februari lalu, China mengumumkan setiap tanggal 3 September sebagai hari nasional untuk memperingati kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, dan 13 Desember sebagai hari untuk menandai Pembantaian Nanjing.
(ita/ita)











































