"Kami di kota Mora ini telah dibanjiri oleh warga Kamerun dan Nigeria yang kabur karena Boko Haram," ujar perwira polisi di kota Mora, Kamerun seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (1/9/2014).
"Pada Jumat lalu, sudah ada lebih dari 10.000 orang di Mora. Tiada hari tanpa kedatangan orang-orang lainnya," imbuh polisi Kamerun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerawa berlokasi di perbatasan Nigeria dan Kamerun. Beberapa hari terakhir, wilayah tersebut terus mengalami serangan Boko Haram, yang mengakibatkan penduduk kabur dengan berjalan kaki.
Belakangan ini, jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal di Nigeria dan mereka yang telah menyeberangi perbatasan, masuk ke Kamerun, Niger dan Chad terus bertambah akibat serangan Boko Haram.
Kantor kemanusiaan PBB, OCHA menyatakan pada 5 Agustus lalu, serangan-serangan Boko Haram telah memaksa hampir 650 ribu orang meninggalkan rumah-rumah mereka di tiga negara bagian Nigeria, yakni Borno, Yobe dan Adamawa.
Menurut Badan Manajemen Darurat Nasional Nigeria, nyaris 11.500 orang telah kabur dari kota Gwoza, juga di negara bagian Borno, ketika para militan Boko Haram menyerang kota tersebut pada 7 Agustus lalu. Sejak saat itu, Boko Haram mengumumkan Gwoza sebagai bagian dari kekhalifahan Islam kelompok tersebut.
(ita/ita)










































