Wow! Ada Rumah Sakit Boneka Berumur 100 Tahun di Sydney

Wow! Ada Rumah Sakit Boneka Berumur 100 Tahun di Sydney

- detikNews
Rabu, 27 Agu 2014 05:01 WIB
Wow! Ada Rumah Sakit Boneka Berumur 100 Tahun di Sydney
Pengunjung saat memperbaiki boneka di The Doll Hospital (Foto: reuters)
Sydney, -

Memiliki sebuah boneka favorit tentunya menciptakan perasaan sentimentil bagi anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Beberapa orang bahkan selalu membawa boneka kesayangan tersebut kemana-mana.

Namun, apa yang terjadi apabila 'sang sahabat' akhirnya rusak, bahkan robek karena terlalu sering dipeluk dan dibawa-bawa? Rasa sedih pun pasti tak terbendung lagi.

Namun hal tersebut tak akan dibiarkan oleh The Doll Hospital yang telah berusia 101 tahun ini. Terletak di Sydney, Australia, rumah sakit boneka ini dibangun khusus untuk memperbaiki boneka yang rusak dan mewujudkan impian manusia untuk membuat sahabat kesayangan mereka sehat kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir Reuters, Rabu (27/8/2014), Geoff Chapman (67), merupakan generasi penerus The Doll Hospital yang telah dibangun keluarganya tersebut. Menurutnya, pada masa produksi boneka plastik secara massal, tak banyak tempat yang dibangun untuk memperbaiki boneka yang rusak. Salah satunya adalah bisnis milik keluarganya.

Sejak rumah sakit ini berdiri, the Doll Hospital telah memperbaiki lebih dari 3 juta boneka yang terdiri dari teddy bear, kuda-kudaan hingga mainan beroda dari anak-anak seluruh Australia dan New Zealand. Berlokasi di belakang toko mainan di jalan raya selatan Sydney, para pekerja memberbaiki jari, kaki dan kepala, serta mereparasi mata yang rusak akibat digigit anjing, korban dari 'emosi anak-anak', beberapa karena telah berusia tua.

"Kami pernah menerima pasien boneka badut setinggi manusia, dan boneka buaya setinggi 4 meter. Kebanyakan dari mereka bermasalah pada rambut dan mata," jelasnya.

Walaupun The Doll House telah berumur, namun Chapman tak ingin menutup perusahaan keluarga mereka begitu saja. Semua karena dia dan para pekerja mendapatkan kesenangan saat melihat ekspresi pelanggan yang datang ke toko mereka untuk mengambil mainan dan boneka mereka yang telah diperbaiki.

"Pelanggan kami pria dan wanita, namun kebanyakan adalah wanita yang menginginkan boneka dan teddy bear mereka diperbaiki. Kami juga sering melihat pelanggan yang menangis terharu saat melihat boneka kesayangannya terlihat seperti baru," kisah Chapman.

The Doll Hospital dibangun oleh ayah Chapman saat Perang Dunia ke II terjadi. Pembatasan atau larangan impor barang dari negara lain menyebabkan anak-anak di masa itu tidak punya kesempatan untuk memiliki boneka baru. Sehingga rumah sakit boneka sangat dibutuhkan pada masa itu.

"Ayahku berkisah, saat perang dunia merupakan saat-saat tersibuk di toko kami. Saat itu kami memiliki 70 orang staf dan 6 ruang kerja. Saat ini hanya tersisa 12 pekerja yang menangani lebih dari 200 boneka dalam sebulan," ungkapnya.

"80 persen pekerjaan kami datang dari yang sudah dewasa. Kebanyakan dari mereka adalah wanita paruh baya dan tua yang ingin memberikan mainan masa kecil mereka kepada cucu, beberapa hanya ingin mengulang kenangan masa kecil. Saat mereka kecil, kemungkinan mereka hanya memiliki satu boneka, tidak seperti jaman sekarang dimana boneka baru dapat ditemukan di setiap supermarket. Itulah kenapa bagi mereka boneka masa kecil memiliki kenangan yang sentimentil," tuturnya.

(rni/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads