Muncul kekhawatiran di London bahwa pelaku jihad dengan paspor Inggris yang terbang ke Suriah dan Irak, entah untuk ikut pelatihan atau ikut bertempur dengan ISIS, akan pulang untuk melakukan aksi terorisme di Inggris.
Dalam video yang dirilis ISIS pekan lalu, seorang pria berpenutup wajah dengan pakaian serba hitam mengeksekusi mati Foley. Yang menarik, pria tersebut berbicara lancar dalam bahasa Inggris dengan logat Inggris yang kental.
Surat kabar setempat, Sunday Times mengutip seorang pejabat senior pemerintahan yang menyebutkan, dinas intelijen MI5 dan juga MI6 telah berhasil mengidentifikasi pelaku pembunuhan Foley. Namun sumber tersebut enggan menyebut nama pelaku yang dimaksud.
"Mengerikan untuk berpikir bahwa pelaku dari tindakan keji ini bisa saja dibesarkan di Inggris," ujar Hammond dalam artikel Sunday Times seperti dilansir AFP, Senin (25/8/2014).
"Ini merupakan sebuah pengkhianatan bagi negara kita, norma kita dan segala hal yang dibanggakan oleh rakyat Inggris," imbuhnya.
Hammond mengingatkan, ISIS berpotensi mengubah Irak dan Suriah menjadi negara teroris sebagai dasar untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara Barat.
"Kecuali mereka dihentikan, cepat atau lambat mereka akan menyerang kita di tanah Inggris," tandasnya.
(nvc/ita)











































