Demikian disampaikan seorang pejabat senior Palestina seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (25/8/2014).
"Ada usulan untuk gencatan senjata temporer yang akan membuka perlintasan, memungkinkan masuknya bantuan dan material bangunan, dan poin-poin sengketa akan dibahas dalam sebulan," ujar pejabat Palestina itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat Mesir mengkonfirmasi, bahwa para mediator telah menghubungi pemerintah Palestina dan Israel soal gagasan baru tersebut.
Gencatan senjata sebelumnya untuk mengakhiri konflik di Gaza, telah gagal pada 19 Agustus lalu setelah para mediator Mesir tak mampu menjembatani jurang di antara kedua pihak. Konflik Gaza yang kini telah memasuki hari ke-49, telah menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina dan 68 warga Israel, yang nyaris seluruhnya tentara.
Sebelumnya, Hamas bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata jangka panjang harus menghentikan blokade Israel atas Gaza, yang telah berlangsung 8 tahun. Sementara Israel menyatakan, kelompok Hamas harus dilucuti persenjataannya. Atas hal ini, Hamas telah menolak mentah-mentah untuk membahasnya.
(ita/ita)











































