Seorang warga negara Amerika Serikat yang menjadi sandera di Suriah akhirnya dibebaskan. Pria AS ini disandera nyaris selama 2 tahun oleh kelompok pemberontak setempat.
"Akhirnya dia kembali pulang," tutur Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, John Kerry seperti dilansir AFP, Senin (25/8/2014).
Menlu Kerry mengkonfirmasi pembebasan Peter Theo Curtis (45) yang seorang pengarang dan juga jurnalis freelance. Hilangnya Curtis memang tidak pernah dilaporkan atau diberitakan sebelumnya oleh media massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar pembebasan Curtis muncul kurang dari seminggu setelah video mengerikan yang menampilkan pemenggalan kepala wartawan AS James Foley oleh militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), muncul ke publik.
"Selang seminggu setelah tragedi menyedihkan, kita semua lega dan bersyukur mengetahui bahwa Theo Curtis bisa kembali pulang setelah sekian lama disandera oleh Jabhat Al-Nusrah," ucap Kerry merujuk pada kelompok pemberontak di Suriah.
Kerry menuturkan, AS telah meminta bantuan dan bekerja sama dengan puluhan negara untuk membantu pembebasan Curtis, serta warga AS lainnya yang masih disandera di Suriah. Keluarga Curtis menyambut baik pembebasan ini dan mereka berterima kasih kepada pemerintah AS dan Qatar, serta pihak-pihak lainnya yang membantu perundingan pembebasan Curtis.
Menurut keterangan pihak keluarga, Curtis ditangkap sebelum dia melintasi Suriah pada Oktober 2012 lalu. Sejak saat itu, Curtis disandera oleh militan setempat, Jabhat al-Nusra. Dalam keterangan pihak keluarga, Curtis disebutkan sebagai seorang penulis buku dan jurnalis freelance yang berasal Boston dan Vermont.
(nvc/ita)











































