Imam Muslim Kanada Akui Diancam Mati oleh Militan ISIS

Imam Muslim Kanada Akui Diancam Mati oleh Militan ISIS

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 15:23 WIB
Imam Muslim Kanada Akui Diancam Mati oleh Militan ISIS
Ilustrasi (AFP)
Ottawa - Seorang tokoh muslim di Kanada mengaku mendapat ancaman mati dari militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Imam yang dikenal atas khotbahnya yang cinta damai ini memperingatkan bahwa militan ISIS secara aktif merekrut anggota di Kanada.

Syed Soharwardy yang merupakan penemu Islamic Supreme Council of Canada (ISCC) ini menyerukan kepada pemerintah Kanada dan juga pemerintah negara-negara Barat untuk semakin meningkatnya perlawanan terhadap pergerakan ISIS.

"Tentu saja, saya yakin bahwa rekrutmen ini tengah berlangsung saat ini di negara ini, tepat di depan kita, di universitas kita, di kampus kita, di tempat ibadah, di lingkungan kita," tutur Syed Soharwardy kepada televisi setempat, CBC dan dilansir AFP, Sabtu (23/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soharwardy menambahkan, seorang pria muslim dari Ottawa yang berjuang dengan ISIS atau IS di Mosul, Irak, telah mengirimkan ancaman mati kepadanya, via Facebook.

"Dia mengecam saya karena mengecam ISIS, dan dia mengatakan bahwa 'Anda imam yang menyimpang dan Islam versi Anda bukanlah versi yang benar," terangnya mengutip bunyi ancaman yang ditujukan kepadanya.

Kendati demikian, Soharwardy menyebut ancaman mati semacam itu bukanlah hal baru baginya. "Saya mendapat ancaman mati dari semua orang," sebutnya.

"Terakhir, bulan lalu, saya mendapat ancaman mati yang diposting di situs," imbuh Soharwardy.

Pada Februari lalu, lembaga intelijen Kanada menyebutkan bahwa sedikitnya 130 warga Kanada tengah bertempur bersama ISIS di Irak dan juga Suriah. Beberapa warga Kanada yang menjadi pelaku jihad diketahui berasal dari wilayah Calgary, yang juga merupakan tempat tinggal Soharwardy kini.

"Tiga pemuda dari Calgary tewas di Irak dan Suriah bertempur untuk ISIS. Salah satu dari mereka, saya kenal dekat. Orang-orang ini mencuci otak orang-orang di negara ini," tegasnya.

(nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini