Korban Tewas Tanah Longsor Jepang Jadi 42 Orang, Puluhan Masih Hilang

Korban Tewas Tanah Longsor Jepang Jadi 42 Orang, Puluhan Masih Hilang

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 14:45 WIB
Korban Tewas Tanah Longsor Jepang Jadi 42 Orang, Puluhan Masih Hilang
Reuters
Hiroshima - Korban tewas akibat tanah longsor hebat di Hiroshima, Jepang bertambah menjadi 42 orang. Selang tiga hari setelah kejadian, tim penyelamat masih mencari kemungkinan korban selamat di balik gundukan lumpur yang longsor.

Sebabnya, sebanyak 43 orang lainnya dilaporkan masih hilang. Tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras tersebut, mengubur puluhan rumah warga setempat. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (23/8/2014).

Hujan yang terus mengguyur wilayah Hiroshima selama beberapa hari terakhir, telah berhenti pada Sabtu pagi. Sekitar 3 ribu anggota tim penyelamat, tentara dan polisi setempat tetap khawatir karena ahli meteorologi setempat memperkirakan hujan deras akan kembali turun malam hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas setempat sempat menunda intruksi evakuasi dari lebih dari 4.500 warga setempat di tengah kekhawatiran munculnya tanah longsor baru. Menurut juru bicara kepolisian Hiroshima, tim penyelamat berhasil menemukan dua jasad lainnya pada Sabtu (23/8) sehingga jumlah korban tewas bertambah menjadi 42 orang.

Sempat terjadi kebingungan atas jumlah orang yang masih terjebak di dalam puing dan gundukan lumpur. Otoritas setempat terus menerima laporan terbaru soal jumlah korban yang masih hilang, sedangkan sejumlah orang yang diduga hilang ternyata ditemukan dalam keadaan selamat di pusat pengungsian.

Namun otoritas setempat juga khawatir jika ternyata ada lebih banyak orang yang hilang yang ternyata belum dihitung dan belum dilaporkan.

Petugas pemadam dan tentara setempat memindahkan puing-puing dan menggalir lumpur semampu mereka dengan menggunakan tangan. Dikhawatirkan penggunaan alat berat justru mempersulit pencarian korban selamat karena situasi yang rawan di lokasi kejadian.

Hujan yang terus mengguyur lokasi kejadian semakin mempersulit upaya penyelamatan. Lokasi tanah longsor ini berada di area lereng perbukitan yang banyak mengandung bebatuan granit yang sangat rapuh.

Pada Jumat (22/8) sore, upaya pencarian sempat dihentikan karena adanya perubahan bentuk pada gunung di sekitar lokasi kejadian sehingga memicu kekhawatiran adanya tanah longsor baru.

(nvc/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads