AS Sebut Membayar Uang Tebusan Bukanlah Kebijakan yang Tepat

Wartawan AS Dipenggal

AS Sebut Membayar Uang Tebusan Bukanlah Kebijakan yang Tepat

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 12:00 WIB
AS Sebut Membayar Uang Tebusan Bukanlah Kebijakan yang Tepat
Reuters
Washington - Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang memenggal wartawan Amerika Serikat James Foley telah meminta tebusan kepada pemerintah AS, namun ditolak. AS menegaskan, membayar tebusan demi membebaskan sandera bukanlah kebijakan yang tepat.

"Kami tidak akan memberikan dana kepada organisasi teroris," ujar Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS, Ben Rhodes seperti dilansir AFP, Sabtu (23/8/2014).

"Kami sangat meyakini bahwa itu bukanlah kebijakan yang tepat bagi pemerintah, untuk mendukung pembayaran tebusan ke organisasi teroris," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Rhodes ini semakin memperkuat posisi dan arah kebijakan AS, di tengah-tengah munculnya klaim dari militan ISIS bahwa negara-negara lain bersedia membayar tebusan agar warga mereka dibebaskan oleh ISIS.

"Dalam jangka panjang ... memberikan dana tambahan kepada organisasi teroris semacam ini, yang hanya akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperpanjang operasi mereka," sebut Rhodes.

Militan ISIS meminta uang tebusan senilai US$ 132 juta untuk pembebasan Foley yang seorang jurnalis foto ini. Namun pemerintahan Presiden AS Barack Obama menolak mentah-mentah untuk membayar tebusan tersebut.

AS meyakini bahwa membayar uang tebus hanya akan memberikan insentif jahat bagi organisasi teroris seperti ISIS untuk terus maju dan secara tidak langsung membantu pendanaan militan tersebut.

"Dan kami ingin memotong dan menghambat sumber pendanaan mereka," tutur Rhodes.

Lebih lanjut, Rhodes menyebutkan bahwa ada sejumlah warga AS yang dijadikan sandera oleh militan ISIS di Suriah. Tidak disebutkan secara pasti berapa jumlahnya.

"Dan kami akan terus melakukan apapun yang kami mammpu untuk memulangkan mereka (sandera-red)," tandasnya.

(nvc/gah)


Berita Terkait