"Kami tidak akan memberikan dana kepada organisasi teroris," ujar Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS, Ben Rhodes seperti dilansir AFP, Sabtu (23/8/2014).
"Kami sangat meyakini bahwa itu bukanlah kebijakan yang tepat bagi pemerintah, untuk mendukung pembayaran tebusan ke organisasi teroris," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam jangka panjang ... memberikan dana tambahan kepada organisasi teroris semacam ini, yang hanya akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperpanjang operasi mereka," sebut Rhodes.
Militan ISIS meminta uang tebusan senilai US$ 132 juta untuk pembebasan Foley yang seorang jurnalis foto ini. Namun pemerintahan Presiden AS Barack Obama menolak mentah-mentah untuk membayar tebusan tersebut.
AS meyakini bahwa membayar uang tebus hanya akan memberikan insentif jahat bagi organisasi teroris seperti ISIS untuk terus maju dan secara tidak langsung membantu pendanaan militan tersebut.
"Dan kami ingin memotong dan menghambat sumber pendanaan mereka," tutur Rhodes.
Lebih lanjut, Rhodes menyebutkan bahwa ada sejumlah warga AS yang dijadikan sandera oleh militan ISIS di Suriah. Tidak disebutkan secara pasti berapa jumlahnya.
"Dan kami akan terus melakukan apapun yang kami mammpu untuk memulangkan mereka (sandera-red)," tandasnya.
(nvc/gah)










































