Demikian disampaikan organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/8/2014).
Menurut Observatory, kelompok ISIS telah melancarkan serangan besar pada Selasa, 19 Agustus malam waktu setempat di bandara militer Tabqa, satu-satunya basis militer Suriah yang masih tersisa di Raqa. Sebagian besar wilayah kota tersebut telah dikuasai ISIS.
Dalam serangan itu, para jihadis ISIS telah melancarkan serangan-serangan bom mobil, namun mereka gagal merebut basis militer Suriah tersebut.
"Setidaknya 70 pejuang ISIS telah tewas sejak Rabu dini hari akibat serangan-serangan udara rezim, ledakan rudal Scud dan ledakan-ledakan ranjau," ujar kepala Observatory, Rami Abdel Rahman.
Dikatakannya, militer Suriah juga menggunakan bom barel untuk menyerang ISIS dari udara, senjata yang sama yang telah digunakan terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak di kota Aleppo. Serangan-serangan ISIS ke Raqa dan Aleppo telah mendorong pemerintah Suriah untuk melancarkan serangan udara ganas terhadap para jihadis ISIS.
(ita/ita)











































