Pillay mengatakan, korban jiwa mencapai 191.369 orang yang tercatat antara Maret 2011 sejak pergolakan pecah hingga April tahun ini. Namun dikatakan Pillay, angka tersebut kemungkinan berada di bawah angka sebenarnya.
Pillay pun menyesalkan kurangnya perhatian dunia internasional atas konflik di Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pembunuh, penghancur dan penyiksa di Suriah telah diberdayakan dan menjadi berani dengan kelumpuhan internasional," cetusnya.
Menurut Pillay, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan diyakini telah terjadi berulang-ulang di Suriah dan Dewan Keamanan PBB gagal membawa kasus Suriah ke Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC.
Konflik Suriah pecah pada Maret 2011 lalu ketika pasukan keamanan melakukan kekerasan terhadap para demonstran antipemerintah. Dari situ muncullah perlawanan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad yang terus memakan korban jiwa.
(ita/ita)











































