ISIS Minta Uang Tebusan Tapi Ditolak Pemerintah AS

Wartawan AS Dipenggal

ISIS Minta Uang Tebusan Tapi Ditolak Pemerintah AS

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 14:58 WIB
ISIS Minta Uang Tebusan Tapi Ditolak Pemerintah AS
Foto: Reuters
Washington, - Kelompok ISIS telah memenggal kepala wartawan Amerika Serikat, James Foley. Sebelum tindakan sadis itu dilakukan, kelompok ISIS telah meminta uang tebusan kepada pemerintah AS. Namun pemerintah AS menolak membayar dan melakukan negosiasi dengan para penculik.

Menurut GlobalPost, salah satu media tempat Foley bekerja, seperti dilansir AFP, Jumat (22/8/2014), kelompok ISIS atau Daulah Islamiyah telah meminta uang tebusan senilai US$ 132 juta untuk pembebasan jurnalis foto tersebut. Namun pemerintahan Presiden AS Barack Obama menolak mentah-mentah untuk membayar tebusan tersebut.

Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf menegaskan, pemerintah AS menentang pembayaran uang tebusan seperti itu. Alasannya, hal itu hanya akan mendorong terjadinya aksi-aksi penyanderaan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak melakukan konsesi dengan para teroris. Itu termasuk: kami tidak membayar tebusan," cetus Harf kepada para wartawan pada Kamis, 21 Agustus waktu setempat.

"Itu (pembayaran tebusan) hanya akan mendanai dan membiayai kelompok yang kemampuannya sedang coba kami lumpuhkan," tandasnya. Harf pun menekankan, pemerintah AS tidak melakukan kontak dengan ISIS.

Pada Selasa, 19 Agustus lalu, kelompok ISIS merilis video berjudul "A Message to America" yang menunjukkan eksekusi mati Foley. Dalam video berdurasi 5 menit itu, ISIS menyatakan Foley (40) dibunuh setelah Presiden Obama memerintahkan serangan udara terhadap ISIS di Irak bagian utara.

Militan ISIS menyebut eksekusi mati Foley sebagai balasan atas serangan udara militer AS. Mereka juga mengancam akan membunuh wartawan AS lainnya, Steven Sotloff, yang ditunjukkan masih dalam keadaan hidup di video tersebut.

Menurut ISIS dalam video tersebut, nyawa Sotloff tergantung pada Obama. ISIS pun mendesak Obama untuk menghentikan aksi militer AS terhadap ISIS di Irak.



(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads