AS Larang Diplomatnya Ikut Ice Bucket Challenge

AS Larang Diplomatnya Ikut Ice Bucket Challenge

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 09:42 WIB
AS Larang Diplomatnya Ikut Ice Bucket Challenge
Ilustrasi
Washington - Aksi amal Ice Bucket Challenge tengah mendunia hingga melibatkan banyak orang di dunia mulai dari bintang pop hingga mantan Presiden AS. Mereka beramai-ramai mengguyur tubuh mereka dengan air es.

Namun sayangnya, aksi amal ini dinyatakan terlarang bagi para diplomat AS. Karena Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan telegram yang berisi larangan bagi jajarannya untuk terlibat aksi tersebut.

"Ini tidak hanya bagi duta besar. Aturan kode etik pemerintah federal mencegah kami untuk menggunakan kantor publik, seperti kantor publik dubes, demi kepentingan pribadi, tidak peduli seberapa penting isunya," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, seperti dilansir AFP, Jumat (22/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk alasan itu, pejabat tinggi Departemen Luar Negeri tidak diperkenankan berpartisipasi dalam ice bucket challenge," tegasnya.

Ice Bucket Challenge merupakan aksi amal yang dilakukan demi mendukung penelitian penyakit yang diderita mantan pemain baseball ternama AS, Lou Gehrig atau yang biasa disebut dengan amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

Penderita ALS sama sekali tidak bisa merasakan sakit dan tidak bisa merasakan ataupun menggerakkan tubuhnya sendiri, karena fungsi motorik pada sistem saraf pusat mereka hancur, namun pikiran mereka tetap sadar layaknya orang normal.

Diguyur dengan air es seperti aksi Ice Bucket Challenge yang kini menjadi tren, merupakan bentuk empati bagi para penderita ALS yang tubuhnya mati rasa, sama seperti kita diguyur air es yang dingin.

Presiden Barack Obama menolak tantangan dari Ethel Kennedy, janda mendiang Robert F Kennedy. Sebagai gantinya, Obama berjanji akan memberikan donasi.

Sementara itu, bintang pop Justin Bieber hingga mantan Presiden George W Bush serta penemu Microsoft Bill Gates ikut berpartisipasi dalam aksi amal ini. Aksi serupa telah mendunia dalam beberapa bulan terakhir. Semenjak Juni, ribuan orang di seluruh terlibat dalam aksi amal ini. Mereka memposting aksi mereka ke internet dan menantang rekan maupun teman untuk melakukan hal yang sama, atau mendonasikan US$ 100 untuk penelitian ALS.

(nvc/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads