"Pembunuhan barbar James Foley oleh kelompok Daulah Islamiyah menggarisbawahi dalamnya kerusakan moral kelompok itu dalam melancarkan kampanye terornya di wilayah Suriah dan Irak," kata kepala Interpol, Ronald Noble dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/8/2014).
Noble pun mengajak dunia untuk mengenang orang-orang tak bersalah yang disekap oleh "para teroris haus darah yang tak mengenal kasih sayang ataupun belas kasihan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Selasa, 19 Agustus, kelompok ISIS merilis video berjudul "A Message to America" yang menunjukkan eksekusi mati Foley. Dalam video berdurasi 5 menit itu, ISIS menyatakan Foley (40) dibunuh setelah Presiden AS Barack Obama memerintahkan serangan udara terhadap ISIS di Irak bagian utara.
Militan ISIS menyebut eksekusi mati Foley sebagai balasan atas serangan udara militer AS. Mereka juga mengancam akan membunuh wartawan AS lainnya, Steven Sotloff, yang ditunjukkan masih dalam keadaan hidup di video tersebut.
Menurut ISIS dalam video tersebut, nyawa Sotloff tergantung pada Obama. ISIS mendesak Obama untuk menghentikan aksi militer AS terhadap ISIS di Irak.
(ita/ita)











































