Seruan itu disampaikan lewat statemen bersama 15 anggota DK PBB yang diadopsi pada Rabu, 20 Agustus waktu setempat. Dalam statemennya seperti dilansir AFP, Kamis (21/8/2014), DK PBB menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif Mesir menjadi mediator pihak Israel dan Palestina dalam perundingan mengenai gencatan senjata.
DK PBB pun menyerukan Israel dan Palestina untuk segera melanjutkan kembali negosiasi guna mencapai kesepakatan gencatan senjata yang terus-menerus dan berlangsung lama.
Statemen tersebut dirancang oleh Prancis dan disetujui DK PBB dengan suara bulat. Statemen ini diadopsi setelah negosiasi di Kairo, Mesir terhenti menyusul ketegangan yang kembali terjadi di Gaza.
"Hal yang mendesak hari ini adalah merespons fakta bahwa pembicaraan tampaknya akan gagal dan telah terjadi kembali permusuhan, dan penting bagi Dewan Keamanan untuk merespons itu," ujar Dubes Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant, yang negaranya saat ini mendapat giliran menjadi presiden DK PBB.
Konflik antara Israel dan Hamas di Gaza telah berlangsung sejak enam pekan lalu. Pertempuran ini merupakan konfrontasi paling ganas antara kedua pihak sejak intifada rakyat Palestina yang kedua, mulai 2000-2005 silam.
Lebih dari 2 ribu warga Palestina telah tewas selama konflik Hamas dan Israel pecah sejak enam pekan lalu. Di pihak Israel, sebanyak 67 orang telah tewas. Menurut PBB, sekitar tigaperempat korban serangan Israel di Gaza adalah warga sipil.
(ita/ita)











































