Dalam voting yang digelar majelis nasional seperti dilansir AFP, Kamis (21/8/2014), sebanyak 191 anggota dari total 197 anggota mendukung Prayut untuk menjadi PM baru. Hanya 3 anggota yang abstain dan 3 anggota tidak hadir dalam voting tersebut. Dalam pemilihan ini, Prayut yang merupakan panglima militer adalah kandidat tunggal.
Penunjukan Prayut ini masih harus mendapat persetujuan dari Raja Bhumibol Adulyadej. Namun persetujuan kerajaan selama ini hanyalah formalitas belaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Junta militer Thailand telah menolak untuk menggelar pemilihan umum baru sebelum Oktober 2015 mendatang. Meskipun Amerika Serikat dan Uni Eropa terus mendesak militer Thailand untuk mengembalikan tampuk kekuasaan ke sipil.
Beberapa bulan lalu, Jenderal Prayut mengumumkan kudeta dan mengatakan hal itu bertujuan menghentikan bertambahnya korban jiwa dan mencegah konfik di negeri tersebut semakin parah. Ditegaskan Prayut, untuk memulihkan ketenangan di negeri tersebut, militer Thailand perlu mengambil alih kekuasaan.
(ita/ita)











































