Bahkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, para pemimpin Hamas yang disebutnya sebagai "organisasi teroris" merupakan target sah. Netanyahu pun mengingatkan: "Tak ada yang kebal dari serangan kami."
"Kebijakan kami adalah sebagai berikut: jika Hamas menyerang, kami akan membalas dengan lebih keras dan jika mereka tidak paham hari ini, mereka akan paham besok dan jika tidak besok, maka lusa," cetus pemimpin negeri Yahudi itu seperti dilansir AFP, Kamis (21/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 2 ribu warga Palestina telah tewas selama konflik Hamas dan Israel pecah sejak enam pekan lalu. Di pihak Israel, sebanyak 67 orang telah tewas. Menurut PBB, sekitar tigaperempat korban serangan Israel di Gaza adalah warga sipil.
Saat ini, perundingan mengenai gencatan senjata yang lebih lama antara Israel dan Palestina yang digelar di Kairo, Mesir telah gagal setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan. Hamas memutuskan untuk menghentikan upaya untuk merundingkan gencatan senjata tersebut.
"Kami memanggil delegasi Palestina untuk segera mundur dari Kairo dan tidak kembali lagi," cetus juru bicara kelompok bersenjata Hamas, Abu Obeida dalam pidato yang disiarkan saluran televisi milik Hamas, Al-Aqsa TV.
(ita/ita)










































