"Amerika Serikat baru-baru ini mencoba operasi penyelamatan untuk membebaskan sejumlah sandera Amerika yang disekap di Suriah oleh ISIS," ujar juru bicara Pentagon Laksamana John Kirby dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/8/2014).
Operasi tersebut melibatkan personel darat dan udara. "Namun sayang, misi tidak berhasil karena para tawanan tidak berada di lokasi yang ditargetkan," imbuh Kirby.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wartawan AS, James Foley diculik di Suriah utara pada November 2012. Video eksekusi mati Foley dirilis ISIS pada Selasa, 19 Agustus. Belum jelas apakah jurnalis tersebut menjadi target misi penyelamatan AS yang gagal.
Militan ISIS merilis video berjudul "A Message to America" yang menunjukkan eksekusi mati Foley. Dalam video berdurasi 5 menit itu, ISIS menyatakan, Foley dibunuh setelah Presiden AS Barack Obama memerintahkan serangan udara terhadap ISIS di Irak bagian utara.
Militan ISIS menyebut eksekusi mati Foley sebagai balasan atas serangan udara militer AS. Mereka juga mengancam akan membunuh wartawan AS lainnya, Steven Sotloff, yang ditunjukkan masih dalam keadaan hidup di video tersebut.
Menurut ISIS dalam video tersebut, nyawa Sotloff tergantung pada Presiden Barack Obama. ISIS mendesak Obama untuk menghentikan aksi militer AS terhadap ISIS di Irak.
(ita/ita)











































