AS Coba Selamatkan Warganya yang Disandera ISIS, Tapi Gagal

AS Coba Selamatkan Warganya yang Disandera ISIS, Tapi Gagal

- detikNews
Kamis, 21 Agu 2014 10:40 WIB
AS Coba Selamatkan Warganya yang Disandera ISIS, Tapi Gagal
Foto: Reuters
Washington, - Personel Amerika Serikat ternyata pernah mencoba menyelamatkan warga AS yang disandera di Suriah oleh kelompok militan ISIS. Namun upaya itu gagal. Pernyataan ini disampaikan Pentagon dan Gedung Putih sehari setelah ISIS atau Daulah Islamiyah merilis video seorang wartawan AS yang dipenggal.

"Amerika Serikat baru-baru ini mencoba operasi penyelamatan untuk membebaskan sejumlah sandera Amerika yang disekap di Suriah oleh ISIS," ujar juru bicara Pentagon Laksamana John Kirby dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/8/2014).

Operasi tersebut melibatkan personel darat dan udara. "Namun sayang, misi tidak berhasil karena para tawanan tidak berada di lokasi yang ditargetkan," imbuh Kirby.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara terpisah, Gedung Putih menyatakan, Presiden AS Barack Obama memerintahkan upaya penyelamatan itu awal musim panas ini. "Presiden mengizinkan tindakan tersebut karena berdasarkan penilaian tim keamanan nasional, para tawanan ini dalam bahaya dari hari ke hari dalam tahanan ISIL," demikian statemen Gedung Putih.

Wartawan AS, James Foley diculik di Suriah utara pada November 2012. Video eksekusi mati Foley dirilis ISIS pada Selasa, 19 Agustus. Belum jelas apakah jurnalis tersebut menjadi target misi penyelamatan AS yang gagal.

Militan ISIS merilis video berjudul "A Message to America" yang menunjukkan eksekusi mati Foley. Dalam video berdurasi 5 menit itu, ISIS menyatakan, Foley dibunuh setelah Presiden AS Barack Obama memerintahkan serangan udara terhadap ISIS di Irak bagian utara.

Militan ISIS menyebut eksekusi mati Foley sebagai balasan atas serangan udara militer AS. Mereka juga mengancam akan membunuh wartawan AS lainnya, Steven Sotloff, yang ditunjukkan masih dalam keadaan hidup di video tersebut.

Menurut ISIS dalam video tersebut, nyawa Sotloff tergantung pada Presiden Barack Obama. ISIS mendesak Obama untuk menghentikan aksi militer AS terhadap ISIS di Irak.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads