Tim penyelamat masih terus menyisir gundukan lumpur yang menerjang rumah-rumah warga setempat, untuk mencari korban hilang tersebut. Dilaporkan puluhan rumah yang terkubur tanah longsor yang dipicu hujan deras di Hiroshima ini.
Petugas berusaha keras mencari tanda-tanda kehidupan di antara puing dan gundukan lumpur. Juru bicara kepolisian Hiroshima menuturkan kepada AFP, Rabu (20/8/2014), bahwa jumlah korban tewas masih mungkin bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah korban tewas mengalami peningkatan secara tajam dari yang awalnya dilaporkan hanya 4 orang, termasuk seorang bocah laki-laki berusia 2 tahun.
Di antara korban tewas termasuk seorang petugas penyelamat berusia 53 tahun, yang tewas akibat tanah longsor kedua yang terjadi setelah dia menarik dan menyelamatkan lima orang di lokasi tanah longsor.
Gambar-gambar yang diambil dari lokasi kejadian menunjukkan sedikitnya ada lima tanah longsor yang berbeda. Sejumlah pohon tumbang hingga ke akar dan bebatuan terbawa longsor hingga ke bawah bukit.
Salah satu warga setempat menunjuk ke arah gundukan lumpur yang mengubur rumahnya. "Rumah saya di sana, rata dengan tanah," tuturnya kepada NHK.
Seorang warga lainnya menuturkan kepada wartawan, bahwa dirinya melihat semua miliknya tersapu lumpur. "Kami bisa mendengar suara bumi bergemuruh dan secara tiba-tiba, semuanya meraung di belakang kami," ucapnya.
Sedangkan seorang warga wanita menceritakan bagaimana dirinya berhasil lolos dari kematian. Wanita ini berada di dalam rumahnya saat longsor terjadi, namun ajaibnya dia selamat.
"Saya berhasil selamat ketika saya tetap tinggal di tengah rumah. Kedua sisi bangunan hancur," ceritanya.
(nvc/try)











































