"Kisah seperti ini selalu memiliki sejarah tersendiri," terang Mueller dalam wawancara dengan media setempat, ZDF dan dilansir AFP, Rabu (20/8/2014).
"Siapa yang mendanai pasukan ini? Petunjuk: Qatar," imbuhnya.
Secara terpisah, Wakil Kanselir Jerman yang juga Menteri Ekonomi Sigmar Gabriel, pekan ini sempat membahas pihak mana saja yang pernah dan masih mendanai ISIS. Namun sayanganya, dia tidak menyebut negara yang dimaksud.
Diharapkan dalam beberapa hari ke depan, Jerman akan mengirimkan bantuan militer non-lethal atau bisa juga pasokan senjata bagi pasukan Kurdi di Irak, yang tengah bertempur melawan ISIS.
Selama ini Jerman yang pernah mengalami sejarah pahit agresi pada masa perang dunia, jarang mengerahkan pasukan atau bahkan mengirimkan senjata ke wilayah yang dilanda perang. Rencana Jerman untuk mengirimkan bantuan ke Irak ini masih menuai kontroversi.
(nvc/nrl)











































