Menurut Hammond seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/8/2014), pelaku pemenggalan dalam video menggemparkan itu tampaknya adalah warga Inggris. Otoritas Inggris tengah melakukan upaya untuk memverifikasi pria tersebut.
Dalam wawancara dengan radio BBC, Hammond mengaku sangat ngeri atas eksekusi brutal tersebut. "Itu hanya salah satu contoh lainnya dalam katalog kebrutalan organisasi ini," cetus pejabat tinggi Inggris tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militan ISIS merilis video berjudul "A Message to America" yang menunjukkan eksekusi mati Foley. Dalam video berdurasi 5 menit itu, ISIS menyatakan, Foley dibunuh setelah Presiden AS Barack Obama memerintahkan serangan udara terhadap ISIS di Irak bagian utara.
Militan ISIS menyebut eksekusi mati Foley sebagai balasan atas serangan udara militer AS. Mereka juga mengancam akan membunuh wartawan AS lainnya, Steven Sotloff, yang ditunjukkan masih dalam keadaan hidup di video tersebut.
Menurut ISIS dalam video tersebut, nyawa Sotloff tergantung pada Presiden Barack Obama. ISIS mendesak Obama untuk menghentikan aksi militer AS terhadap ISIS di Irak.
(ita/ita)











































