Puluhan rumah tertimpa longsoran tanah berlumpur di kawasan perbukitan di kota Hiroshima, Jepang barat pada Selasa, 19 Agustus malam waktu setempat.
"Menurut Badan Kepolisian Nasional, jumlah korban jiwa mencapai 27 orang dan 10 lainnya masih belum ditemukan," ujar pejabat kantor manajemen bencana, sebuah badan pemerintah, seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (20/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait bencana alam ini, pasukan Jepang pun dikerahkan untuk merespons permintaan dari pemerintah setempat. Tidak disebutkan berapa jumlah personel militer yang dikirimkan, namun jumlahnya cukup besar.
"Saya telah memerintahkan pejabat-pejabat pemerintah untuk melakukan operasi penyelamatan secara terpadu, dan mewaspadai kemungkinan hujan berikutnya," ujar Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada para wartawan di Tokyo.
"Saya juga telah memerintahkan mereka untuk menambah jumlah personel Self-Defense Force (militer) hingga beberapa ratus guna memperkuat operasi penyelamatan," imbuhnya.
Kota Hiroshima tidak asing dengan peristiwa tragis seperti ini. Pada tahun 1999 silam, lebih dari 320 kali tanah longsor melanda kota tersebut, termasuk wilayah yang tertimpa tanah longsor kali ini. Selama tahun itu, lebih dari 30 orang tewas akibat bencana tanah longsor.
(ita/ita)











































