"Pada pukul 19.00 waktu setempat, semalam, kami mengevakuasi sekitar 15 jasad ... Pencarian terus berlanjut hingga malam hari dan berlanjut hingga hari ini," terang juru bicara militer Ukraina, Andriy Lysenko, kepada Reuters, Selasa (19/8/2014).
Serangan ini terjadi di dekat kota Lugansk, Ukraina bagian timur yang dekat dengan perbatasan Rusia. Wilayah tersebut dikuasai separatis pro-Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, militer Ukraina menyebutkan bahwa jasad warga sipil tersebut ditemukan dalam keadaan hangus terbakar sehingga sulit dikenali. Diduga banyak jasad yang hancur akibat terkena ledakan roket.
Parahnya, menurut militer Ukraina, terdapat wanita dan anak-anak di antara korban tewas.
Rombongan para pengungsi Ukraina yang memasang bendera putih tersebut diserang ketika bergerak meninggalkan kota Lugansk. Menurut Lysenko, separatis sengaja menargetkan rombongan tersebut sebagai sasaran serangan meskipun jelas-jelas mereka memberikan penanda bahwa mereka sipil.
Otoritas Ukraina meyakini rombongan warga sipil tersebut dibombardir dengan mortir dan sistem roket Grad yang disuplai dari Rusia.
(nvc/nrl)











































