Dilansir dari CNN, Senin (18/8/2014), serangan terhadap rombongan pengungsi ini terjadi di wilayah Luhansk, Ukraina timur, pada pukul 09.40 waktu setempat. Menurut pihak pemerintah daerah Luhansk, para pengungsi ini dikawal oleh militer Ukraina dari kota Khryaschuvate and Novosvitlivka. Jumlah korban yang meninggal sendiri belum diketahui, termasuk perempuan dan anak-anak.
Seorang wakil pemerintah dikatakan menegaskan bahwa telah terjadi serangan yang cukup besar atau 'tembakan berat' dan para korban tidak mampu meminta bantuan karena menara provider telepon telah ditembak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara seorang militer Ukraina Kolonel Andriy Lysenko mengatakan kepada CNN bahwa 'teroris' telah menyerang konvoi pengungsi dengan senjata dari Rusia. Para pemberontak dikatakannya telah menggunakan peluncur roket Uragan untuk pertama kalinya.
Lysenko juga menyebut sudah ada 25 pertempuran dalam 24 jam terakhir dengan pasukan pemerintah mendapatkan kembali bagian dari kota Luhanks. "Luhanks hampir sepenuhnya dikepung dan operasi untuk membebaskannya dari itu terjadi sekarang," kata Lysenko.
Menurut akun Twitter resmi Presiden Petro Poroshenko, militer Ukraina pada hari Minggu telah memasuki wilayah Donetsk dan mengibarkan bendera Ukraina di depan kantor polisi di distrik tersebut. Pasukan Ukraina juga telah berhasil menguasai kembali kota strategis Yasynuvata di Donetsk di bagian tenggara negara itu.
(ear/jor)











































