Hindari Pertempuran, Rombongan Pengungsi Ukraina Diserang

Hindari Pertempuran, Rombongan Pengungsi Ukraina Diserang

- detikNews
Selasa, 19 Agu 2014 00:25 WIB
Hindari Pertempuran, Rombongan Pengungsi Ukraina Diserang
Foto: CNN
Jakarta - Para warga sipil Ukraina mencoba melarikan diri menghindari pertempuran antara pemberontak pro-Rusia dengan militer negara tersebut. Dalam usaha pelarian itu, serangan datang dan menyebabkan sejumlah pengungsi tewas.

Dilansir dari CNN, Senin (18/8/2014), serangan terhadap rombongan pengungsi ini terjadi di wilayah Luhansk, Ukraina timur, pada pukul 09.40 waktu setempat. Menurut pihak pemerintah daerah Luhansk, para pengungsi ini dikawal oleh militer Ukraina dari kota Khryaschuvate and Novosvitlivka. Jumlah korban yang meninggal sendiri belum diketahui, termasuk perempuan dan anak-anak.

Seorang wakil pemerintah dikatakan menegaskan bahwa telah terjadi serangan yang cukup besar atau 'tembakan berat' dan para korban tidak mampu meminta bantuan karena menara provider telepon telah ditembak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para warga sipil mencoba melarikan diri dari pertempuran antara pemberontak pro-Rusia dan militer Ukraina tetapi tidak dalam koridor keselamatan kemanusiaan yang ditetapkan," ujar seorang wakil militer.

Sementara seorang militer Ukraina Kolonel Andriy Lysenko mengatakan kepada CNN bahwa 'teroris' telah menyerang konvoi pengungsi dengan senjata dari Rusia. Para pemberontak dikatakannya telah menggunakan peluncur roket Uragan untuk pertama kalinya.

Lysenko juga menyebut sudah ada 25 pertempuran dalam 24 jam terakhir dengan pasukan pemerintah mendapatkan kembali bagian dari kota Luhanks. "Luhanks hampir sepenuhnya dikepung dan operasi untuk membebaskannya dari itu terjadi sekarang," kata Lysenko.

Menurut akun Twitter resmi Presiden Petro Poroshenko, militer Ukraina pada hari Minggu telah memasuki wilayah Donetsk dan mengibarkan bendera Ukraina di depan kantor polisi di distrik tersebut. Pasukan Ukraina juga telah berhasil menguasai kembali kota strategis Yasynuvata di Donetsk di bagian tenggara negara itu.

(ear/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads