Seorang pria warga negara Jepang dilaporkan ditangkap dan diculik oleh militan di Suriah. Otoritas Jepang tengah memeriksa laporan penangkapan tersebut.
"Kami menyadari adanya laporan seperti itu, dan telah membentuk tim khusus di Yordania," terang seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Senin (18/8/2014).
Namun sejauh ini belum ada permintaan tebusan atau klaim dari pihak tertentu yang mengaku bertanggung jawab atas penangkapan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam jawabannya, terdengar bahwa pria yang terbaring itu menyebut dirinya berasal dari Jepang dan bernama Haruna Yukawa.
Ketika diperiksa lebih lanjut, nama tersebut sama dengan nama kepala eksekutif perusahaan sekuriti dan pengamanan swasta asal Jepang. Tak ada yang menjawab sambungan telepon pada kantor perusahaan yang bermarkas di Tokyo tersebut.
Dalam rekaman video yang keasliannya tidak bisa diverifikasi secara independen tersebut, bisa didengar bahwa pria tersebut ditanyai dalam bahasa Inggris.
"Kenapa Anda memiliki senjata?" tanya salah satu pria tak dikenal kepada pria tersebut. Namun sayang, jawaban pria tersebut tidak terdengar jelas.
Sementara itu, dalam postingan Facebook milik kepala perusahaan sekuriti tersebut tertanggal 11 Juli lalu, menunjukkan bahwa dia sedang menghadiri uji coba senapan serbu di lokasi yang disebutnya berada di Aleppo, Suriah.
Akun Facebook tersebut juga menunjukkan foto-foto sang kepala perusahaan tersebut di lokasi yang diyakini berada di perbatasan Irak. Dalam sejumlah foto lainnya, dia berpose di kendaraan lapis baja dan mengeluhkan cuaca yang panas.
(nvc/ita)











































