Latihan yang diberi nama "Ulchi Freedom Guardian" ini akan berlangsung hingga 29 Agustus mendatang. Meski sebagian besar akan diperagakan lewat komputer, namun latihan ini melibatkan puluhan ribu tentara Korsel dan AS. Latihan ini dimaksudkan untuk menguji coba kesiapan atas invasi Korut.
Menurut Kementerian Pertahanan Korsel seperti dilansir AFP, Senin (18/8/2014), latihan tahun ini, untuk pertama kalinya, mensimulasi respons atas ancaman serangan nuklir. Ini dilakukan dengan menggunakan strategi pertahanan yang dibahas dalam pertemuan pertahanan AS-Korsel tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas ancaman Korut ini, pejabat-pejabat Korsel menyatakan, militer negeri itu akan dalam keadaan siaga tinggi selama berlangsungnya latihan militer AS-Korsel ini.
"Jika Korut melakukan tindakan provokatif, kami akan membalas dengan keras," ujar seorang pejabat tinggi militer Korsel kepada para wartawan di Seoul.
(ita/ita)











































