Meski menolak mengirimkan pasukan Inggris ke Irak, namun dikatakan Cameron, keterlibatan militer untuk tingkat tertentu adalah dibenarkan mengingat ancaman ISIS yang kian meluas bagi Eropa dan sekutu.
"Jika kita tidak bertindak untuk membendung serangan gencar gerakan teroris yang sangat berbahaya ini, itu (ISIS) akan tumbuh semakin kuat hingga bisa menyerang kita di jalan-jalan Inggris," tulis Cameron di The Sunday Telegraph seperti dilansir AFP, Senin (18/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Cameron, keamanan hanya akan bisa dicapai jika "kita menggunakan sumber daya kita -- bantuan, diplomasi, kekuatan militer kita". Cameron pun berencana mengirimkan perwakilan Inggris ke wilayah Kurdi di Irak.
Cameron tidak merinci bagaimana keterlibatan militer Inggris dalam menghadapi kelompok ISIS di Irak. Sejauh ini, Inggris telah mengirimkan sebuah pesawat mata-mata untuk memonitor serangan-serangan terhadap minoritas di Irak utara dan jet-jet tempur Tornado untuk mendukung misi kemanusiaan guna membantu ribuan pengungsi Irak.
Beberapa helikopter Chinook juga telah disiagakan di wilayah tersebut, jika sewaktu-waktu diperlukan. Inggris juga telah mengantarkan persenjataan dari negara-negara lain ke Irak.
(ita/ita)











































