Seperti yang dilansir oleh CNN, Senin (18/8/2014), pertempuran antara pasukan Kurdi dengan pasukan ISIS terjadi pada Minggu (17/8) kemarin. Sebuah studi rekayasa menunjukkan jika bendungan bernama Mosul Dam itu dihancurkan pasukan ISIS, maka bencana banjir besar akan terjadi hingga ke Baghdad.
Upaya merebut Mosul Dam ini dibantu oleh pesawat-pesawat tempur AS yang menjatuhkan bom di titik-titik persembunyian anggota pasukan ISIS di sekitar wilayah Mosul, Irak.
"Pesawat-pesawat tempur AS bergabung sebagai upaya berkembangnya kekhawatiran bahwa fasilitas bisa dihancurkan," kata seorang pejabat AS.
Bendungan hidro-elektrik terbesar di Irak itu berada di Sungai Tigris, 50 Km sisi utara Kota Mosul. Bendungan itu juga sebagai sumber utama listrik, irigasi dan perlindungan dari banjir.
Pasukan ISIS berupaya untuk merebut bendungan itu dari pasukan Irak. Pejabat AS memperkirakan ada 400 anggota pasukan ISIS yan gberada di sekitar kompleks bendungan.
"Militan ISIS membuat bahan peledak berkekuatan tinggi di sekitar bangunan dan berencana meledakan bendungan," ujar Kepala Intelejen Kurdi, Masrour Barzani.
(vid/spt)











































