Penculikan massal oleh ISIS atau Daulah Islamiyah tersebut menargetkan mereka yang enggan ataupun tak bisa kabur dari desa-desa mereka di sekitar Gunung Sinjar, Irak utara.
Menurut para pengungsi Yazidi yang berhasil kabur dan bersembunyi di kawasan Gunung Sinjar, kaum wanita dan anak-anak saat ini masih ditahan di penjara-penjara yang dikuasai ISIS di provinsi Nineveh. Banyak pria yang diculik namun kini dikhawatirkan telah dieksekusi mati oleh ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Yazidi lainnya memberikan keterangan senada. "Dua sepupu saya dan dua paman saya diculik," ujar Jacqueline Ali, pelajar berumur 17 tahun yang kini mengungsi ke kamp Bajid Kandala dekat Sungai Tigris, wilayah otonomi Kurdi di Irak utara.
Menurut organisasi HAM, Amnesty International yang telah mendokumentasi penculikan massal tersebut, ribuan warga Yazidi telah diculik ISIS sejak serangan ke desa-desa mereka dimulai pada 3 Agustus lalu. Serangan tersebut memaksa warga Yazidi kabur dari desa-desa mereka di dekat perbatasan Irak-Suriah. Banyak dari mereka yang melarikan diri ke Gunung Sinjar.
(ita/ita)











































