Korea Utara (Korut) menyatakan serangkaian uji coba roket yang dilakukannya baru-baru ini tak berkaitan dengan kedatangan Paus Fransiskus di Korea Selatan (Korsel). Melainkan dalam rangka memperingati pembebasan dari penjajahan kolonial Jepang.
Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA) dalam artikelnya menyatakan, pemimpin Kim Jong Un secara personal mengawasi pelaksanaan uji coba rudal taktis. Sama sekali tidak disebut kedatangan Paus Fransiskus di Korsel dalam laporan tersebut.
Dijelaskan oleh KCNA, seperti dilansir AFP, Jumat (15/8/2014), uji coba rudal tersebut digelar dalam rangka peringatan 69 tahun pembebasan Semenanjung Korea dari pendudukan Jepang pada tahun 1945 lalu. Peringatan tersebut jatuh tepat pada Jumat (15/8) ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua rudal lainnya diluncurkan pada hari sama, namun selang beberapa jam kemudian.
KCNA tidak menyebutkan lebih jelas waktu atau tanggal uji coba rudal yang diawasi langsung oleh Kim Jong Un. Namun seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan tidak ada rudal lain yang terdeteksi, sehingga kemungkinan besar uji coba rudal yang dimaksud adalah yang digelar pada Kamis (14/8) kemarin.
Masih menurut KCNA, uji coba tersebut melibatkan rudal taktis dengan kemampuan tinggi dan ketepatan yang super, yang dikembangkan di bawah bimbingan Kim Jong Un.
Otoritas Korut sebelumnya pernah melakukan uji coba dengan rudal serupa pada Juni lalu. Saat itu, Korut menyebutnya sebagai senjata mutakhir, yang menandai terobosan baru dalam kemampuan pertahanan nasional.
Namun sejumlah pengamat menyebut, Korut tidak pernah diketahui memiliki rudal taktis semacam itu. Para pengamat memperkirakan rudal yang dimaksud mungkin sejenis rudal jelajah buatan Rusia, jenis KH-35.
Sementara itu saat berbicara di Seoul pada Kamis (14/8), Paus Fransiskus menyatakan, perdamaian hanya bisa terjadi antara Korsel dengan Korut dengan dilakukannya dialog, bukan melalui aksi pamer kekuatan.
(nvc/ita)











































