Jet Tempur AS Hancurkan Kendaraan Lapis Baja Militan ISIS di Irak

Jet Tempur AS Hancurkan Kendaraan Lapis Baja Militan ISIS di Irak

- detikNews
Jumat, 15 Agu 2014 09:59 WIB
Jet Tempur AS Hancurkan Kendaraan Lapis Baja Militan ISIS di Irak
Ilustrasi
Baghdad -

Jet tempur dan pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara di wilayah Irak bagian utara. Serangan udara ini menghancurkan kendaraan lapis baja yang dioperasikan oleh militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Operasi militer terbaru AS di Irak ini terjadi setelah Presiden Barack Obama menyatakan bahwa operasi udara AS di Irak telah mencapai tujuan awalnya. Namun Obama memperingatkan, AS bisa saja kembali melancarkan serangan udara untuk melindungi personel AS yang ada di kota Arbil.

Pusat Komando AS menyebutkan, seperti dilansir AFP, Jumat (15/8/2014), pesawat tak berawak dan jet tempur AS dikerahkan dalam serangan udara terbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan pertama dilakukan pukul 15.05 GMT dan berhasil melumpuhkan dua truk bersenjata yang terus menembaki pasukan Kurdi di wilayah tersebut.

Serangan kedua terjadi sekitar 30 menit kemudian dan menargetkan sebuah MRAP, yakni semacam truk berlapis baja. Truk baja tersebut merupakan jenis yang sama yang disuplai oleh AS kepada tentara Irak. Diduga kuat, truk baja tersebut disita atau diambil paksa oleh militan ISIS dari militer Irak.

"Seluruh pesawat tempur keluar dari area serangan dengan selamat," terang Pusat Komando AS, atau yang biasa disebut Centcom.

Semenjak Juli lalu, militan ISIS mengambil alih sejumlah wilayah Irak di bagian utara, termasuk kota Mosul yang merupakan kota terbesar kedua di Irak. Tentara Irak tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah pergerakan ISIS tersebut.

Kini, militan ISIS mengancam wilayah Arbil, yang merupakan ibu kota wilayah otonomi Kurdi. Di wilayah tersebut, terdapat konsulat AS dan sejumlah fasilitas diplomatik AS lainnya. Obama bersumpah untuk melindungi konsulat dan fasilitas milik AS tersebut.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini