Badan Pengendalian Risiko Bencana Nasional melaporkan, gempa bumi yang melanda pada Selasa (12/8) waktu setempat ini memicu tanah longsor di kawasan tambang yang ada di wilayah Quito. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (13/8/2014).
Dua orang yang bekerja di area tambang tersebut tewas akibat tertimpa longsoran. Sedangkan petugas pemadam setempat, masih melakukan pencarian atas 3 pekerja tambang lainnya yang diduga kuat terjebak tanah longsor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, wali kota Quito melaporkan bahwa hanya 1 orang tewas akibat tanah longsor, dan korban tewas lainnya merupakan seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun yang tewas akibat kejatuhan karung beras.
Foto-foto yang diunggah ke media sosial menunjukkan adanya awan debu yang terbentuk sesaat setelah gempa melanda. Bandara utama yang ada di kota Quito telah kembali normal, setelah operasionalnya sempat dihentikan sementara, sebagai langkah pencegahan.
Gempa bumi ini sempat mengganggu lalu lintas di kota berpenduduk 1,6 juta jiwa tersebut. Para pegawai kantor yang panik berlarian keluar gedung saat gempat mengguncang bangunan-bangunan bertingkat.
"Kami benar-benar bisa merasakannya. Hal pertama yang saya lakukan adalah berlari keluar (gedung) dengan kolega saya," tutur warga setempat yang berkantor di Quito, Teresa Salazar (45).
Badan Survei Geologi AS mencatat, gempa berkekuatan sedang ini berpusat pada kedalam 7,7 kilometer dari permukaan laut, dengan pusatnya berlokasi di area sejauh 22 kilometer timur laut Quito.
(nvc/nrl)











































