Ledakan bom mortir mengguncang sebuah penjara di Donetsk, Ukraina bagian timur. Satu narapidana tewas dan lebih dari 100 tahanan lainnya melarikan diri.
Insiden ini terjadi pada Minggu (10/8) malam waktu setempat, ketika ledakan mortir melanda sebuah fasilitas lembaga pemasyarakatan dengan pengamanan ketat di wilayah Donetsk, yang dikuasai separatis pro-Rusia.
Dewan kota setempat dalam pernyataannya, menyebutkan bahwa ledakan tersebut mengenai area istirahat para narapidana, kemudian ruang administrasi penjara dan ruangan untuk listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan mortir tersebut juga memicu aksi kabur massal, di mana sebanyak 106 narapidana dari penjara tersebut memanfaatkan insiden ini untuk melarikan diri.
"Kerusuhan terjadi di dalam fasilitas tersebut (penjara) dan 106 orang melarikan diri dari penjara," demikian pernyataan otoritas setempat.
Masih menurut pernyataan tersebut, sejumlah narapidana berhasil ditangkap pada Senin (11/8) pagi dan telah dikembalikan ke penjara. Beberapa narapidana lainnya, diperkirakan akan segera kembali pada malam hari.
Seorang koresponden AFP yang ada di lokasi melaporkan, pengeboman terjadi cukup tersebar di sejumlah lokasi di Donetsk sepanjang malam.
Aksi semacam ini mulai marak dalam beberapa hari terakhir. Terutama setelah tentara Ukraina mengepung Donetsk dan bersumpah akan mengambil alih kota tersebut dari separatis pro-Rusia.
Tidak sedikit warga sipil yang menjadi korban akibat bombardir di wilayah Donetsk, yang juga mengenai rumah sakit dan rumah warga setempat. Sejauh ini, tercatat lebih dari 1.300 orang tewas dalam krisis yang melanda Ukraina. Sedangkan lebih dari 285 ribu orang lainnya terpaksa mengungsi dari rumah masing-masing, demi menghindari konflik.
(nvc/ita)











































