AS Sebut Serangan Udara terhadap Militan ISIS di Irak Sangat Efektif

AS Sebut Serangan Udara terhadap Militan ISIS di Irak Sangat Efektif

- detikNews
Senin, 11 Agu 2014 16:25 WIB
AS Sebut Serangan Udara terhadap Militan ISIS di Irak Sangat Efektif
Washington, - Militer Amerika Serikat telah melancarkan serangan-serangan udara guna menghentikan gerak maju para militan ISIS di Irak. Serangan udara ini dinilai efektif. Bahkan pemerintah AS pun terbuka akan permintaan bantuan lebih jauh terkait krisis Irak.

Militer AS telah melancarkan serangan udara dengan jet-jet tempur dan pesawat tanpa awak di wilayah Irak utara selama tiga hari terakhir. Serangan-serangan tersebut menargetkan para jihadis ISIS atau Daulah Islamiyah, yang telah menyebabkan sekitar 200 ribu warga Irak meninggalkan tempat tinggal mereka. Termasuk seluruh penduduk di Qaraqosh, kota berpopulasi Kristen terbesar di Irak.

Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengatakan, Washington terus mengamati situasi di Irak setelah Presiden Barack Obama memberikan izin untuk melancarkan serangan udara terhadap militan ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu (serangan udara) telah sangat efektif, berdasarkan semua laporan yang kami terima dari lapangan," tutur Hagel seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (11/8/2014).

"Kami terus menganalisa di mana kami bisa terus membantu pasukan keamanan Irak, dan di mana, sementara kami membangun kemitraan, kami akan bekerja sama dengan pemerintah Irak," imbuhnya.

"Pemerintah Irak meminta bantuan kami dan kami akan terus mempertimbangkan permintaan-permintaan lebih jauh dari pemerintah Irak," tandasnya.

Militer AS juga telah mengantarkan bahan makanan dan air minum bagi warga sipil Irak yang terjebak di pegunungan akibat ancaman teror ISIS. Prancis dan Inggris pun telah bergabung untuk menyelamatkan mereka dari kelaparan.

"Kami sedang mengkoordinasikan dengan sekelompok mitra untuk membantu dalam upaya ini. Ini masalah kemanusiaan dengan konsekuensi besar bagi seluruh dunia dan saya pikir, negara-negara besar tahu bahwa mereka punya tanggung jawab besar dalam hal ini," tandas Hagel.

(ita/ita)


Berita Terkait