Obama: Gempuran Udara Terhadap ISIS di Irak Dilanjutkan Jika Diperlukan

Obama: Gempuran Udara Terhadap ISIS di Irak Dilanjutkan Jika Diperlukan

- detikNews
Sabtu, 09 Agu 2014 18:31 WIB
Obama: Gempuran Udara Terhadap ISIS di Irak Dilanjutkan Jika Diperlukan
Militan ISIS di Irak (Reuters)
Washington - Serangan udara Amerika Serikat di Irak tidak memiliki batasan waktu. Presiden Barack Obama bersumpah akan melanjutkan serangan terhadap militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) jika memang diperlukan.

Maksud Obama, serangan itu untuk melindungi diplomat dan penasihat AS yang ada di Irak jika diperlukan. Dalam pernyataannya, Obama menyebut dirinya memberikan izin adanya serangan udara di Irak dengan tujuan melindungi personel AS yang bertugas di kota Arbil, yang ada di Irak bagian utara.

"Dan, jika memang diperlukan, itu yang akan terus kami lakukan," tegas Obama seperti dilansir AFP, Sabtu (9/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terhitung sejak Jumat (8/8) waktu setempat, AS meluncurkan misi kemanusiaannya di Irak bagian utara untuk membantu warga setempat yang terjebak di Gunung Sinjar, karena menghindari militan ISIS.

Warga setempat yang dimaksud ialah ribuan warga etnis minoritas Yazidi yang terpaksa kabur dari rumah mereka setelah diserangan militan ISIS dan diancam akan dibunuh. Mereka terjebak di atas gunung tanpa suplai makananan dan minuman yang layak.

Dalam misi kemanusiaannya, AS mengerahkan pesawat militer mereka ke wilayah gunung tersebut untuk mengirimkan bantuan pangan dan air via udara. Terkait misi tersebut, pesawat-pesawat AS diperbolehkan melakukan serangan jika dirasa ada gangguan dan ancaman dari militan ISIS saat mereka bertugas.

Obama tidak menetapkan batasan waktu bagi serangan udara AS di Irak, yang khusus menargetkan militan ISIS. Muncul kekhawatiran bahwa AS akan kembali terseret dalam konflik di Irak, seperti sebelumnya.

"Presiden tidak menetapkan batasan akhir secara spesifik," ucap juru bicara Gedung Putih AS, Josh Earnest secara terpisah.

Namun Earnest menegaskan, bahwa konflik militer berkepanjangan yang melibatkan AS tidak akan kembali terjadi di Irak.

(nvc/vid)


Berita Terkait