Presiden AS, Barack Obama telah memberikan izin bagi serangan udara AS di wilayah Irak, demi mencegah militan ISIS melakukan genosida terhadap warga setempat. AS juga mengerahkan bantuan pangan dan air via udara kepada ribuan warga etnis minoritas Yazidi yang bersembunyi di kawasan pegunungan di Irak bagian utara.
Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyatakan Australia bisa saja berkontribusi dalam upaya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Australia memiliki sejumlah aset transportasi di kawasan Timur Tengah," imbuhnya, sambil menyebut bahwa dua pesawat C-130 milik Australia yang ada di Uni Emirat Arab (UAE) bisa digunakan dalam operasi AS tersebut.
Australia merupakan sekutu dekat AS, dan menurut Abbott, sangat penting bagi Australia untuk membantu mitra internasionalnya dalam situasi yang semakin memburuk di Irak.
Lebih lanjut, Abbott menyatakan, sejauh ini belum ada pembahasan resmi terkait keterlibatan Australia dalam serangan udara AS di Irak. "Terdapat potensi bencana kemanusiaan di wilayah Irak bagian utara, saat ini" tegasnya.
"Sekitar 40 ribu wanita dan anak-anak, kebanyakan terancam di sebuah gunung, yang saya ketahui dikelilingi oleh militan ISIL (ISIS) yang mengancam akan membunuh mereka. Mereka terjebak di atas gunung tanpa makanan, tanpa air, tanpa perlindungan," terang Abbott.
"Kami diminta untuk mempertimbangkan keterlibatan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan via udara ini, dan saya pikir, rakyat Australia akan sangat senang jika mengetahui bahwa Australia akan terlibat untuk membantu penyelamatan 40 ribu orang ini," sebutnya.
Lebih lanjut, Abbott menegaskan, bahwa upaya Australia di Irak tidak bertujuan untuk menentukan keberpihakan dalam perang, melainkan untuk melindungi warga sipil dari kekerasan.
"Ini adalah barbarisme abad pertengahan yang dibantu dengan teknologi modern," cetusnya.
(nvc/vid)











































