Sebanyak 21 jasad korban yang berhasil diidentifikasi ini terdiri atas 16 warga negara Belanda, termasuk satu orang yang memiliki kewarganegaraan ganda Inggris, kemudian dua warga negara Malaysia, satu warga Jerman, satu warga Kanada dan satu warga Inggris.
Demikian seperti disampaikan Kementerian Kehakiman Belanda dalam pernyataannya dan dilansir AFP, Sabtu (9/8/2014). Sebelumnya, baru dua jasad korban MH17 yang berhasil diidentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada kantor berita ANP, Bruijn menyatakan, sebanyak 527 potongan tubuh korban juga telah tiba di fasilitas riset tim forensik di Amsterdam, Belanda. Potongan tubuh tersebut akan diidentifikasi lebih lanjut.
Pada Rabu (6/8) lalu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan bahwa upaya pencarian dan evakuasi jasad korban yang masih ada di lokasi kejadian di Ukraina bagian timur, dihentikan sementara karena alasan keamanan.
Alasan keamanan yang dimaksud, disinyalir karena semakin meluasnya bentrokan antara separatis pro-Rusia dengan militan Ukraina di wilayah yang menjadi lokasi jatuhnya MH17.
Dengan dihentikannya upaya pencarian, maka tim ahli dan juga kepolisian yang sebelumnya mengamankan lokasi kejadian dipulangkan ke Belanda. Pada Jumat (8/8), dua pesawat militer mendarat di Eindhoven, Belanda dengan membawa 142 tim ahli dan polisi dari Belanda, Australia dan Malaysia.
Pesawat MAS MH17 ditembak jatuh rudal pada 17 Juli lalu, saat melintas di wilayah udara Ukraina. Sebanyak 298 penumpang dan awak pesawat tewas. Lebih dari 220 peti mati yang berisi jasad korban telah diterbangkan dari Ukraina ke Belanda yang bertugas mengidentifikasi jasad korban.
(nvc/slm)











































