"IS merebut Brigade 93 setelah pertempuran ganas dan tiga serangan bom bunuh diri," ujar Rami Abdel Rahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights, kelompok pemantau HAM Suriah.
Ditambahkan Rahman seperti diberitakan AFP, Jumat (8/8/2014), pasukan pemerintah kini hanya menguasai satu posisi di provinsi tersebut, yakni di bandara Tabqa.
Sebelumnya, sejumlah tentara Suriah telah mundur dari Brigade 93 pada Juli lalu setelah ISIS menguasai Divisi 17, pangkalan militer lainnya di wilayah tersebut. Menurut Observatory yang berbasis di Inggris tersebut, sedikitnya 85 orang tewas dalam pertempuran atau dieksekusi mati tak lama setelah ISIS menguasai Divisi 17.
Sejak melibatkan diri dalam konflik di Suriah pada tahun 2013 lalu, kelompok militan ISIS telah menguasai nyaris seluruh wilayah provinsi Raqa dan Deir Ezzor di perbatasan dengan Irak. ISIS pun kemudian melebarkan serangannya ke wilayah Irak sejak Juni lalu.
Kemudian pada akhir Juni lalu, ISIS mengumumkan pembentukan kekhalifahan Daulah Islamiyah yang mencakup wilayah-wilayah di Suriah dan Irak yang dikuasainya.
Adapun konflik Suriah hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir setelah berlangsung sejak Maret 2011 lalu. Menurut Observatory, lebih dari 170 ribu orang telah tewas selama konflik Suriah tersebut. Konflik ini diawali dengan aksi demo damai menentang rezim Presiden Bashar al-Assad, yang kemudian berkembang menjadi revolusi bersenjata.
(ita/ita)











































