Israel mengindikasikan kesiapan memperpanjang gencatan senjata di Gaza. Namun sikap berbeda ditunjukkan Hamas. Menurut Hamas, tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 72 jam yang akan berakhir pada Jumat (8/8) besok.
"Tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata," tegas Wakil Pemimpin Hamas, Mussa Abu Marzuq via akun Twitter-nya, seperti dilansir AFP, Kamis (7/8/2014).
Abu Marzuq ikut dalam delegasi Palestina yang menghadiri perundingan gencatan senjata dengan pihak Israel di Kairo, Mesir. Dalam perundingan tersebut, otoritas Mesir bertindak sebagai penengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pejabat yang enggan disebut namanya tersebut, pihak Hamas sangat bergantung pada perkembangan perundingan di Kairo. Informasi di luar perundingan memang tidak begitu diikuti.
Namun seorang anggota delegasi Palestina menjelaskan bahwa perundingan antara kedua belah pihak berlangsung sangat serius dan mendetail.
Sebelumnya, seorang pejabat Israel mengungkapkan kesiapan negara Yahudi tersebut untuk memperpanjang gencatan senjata 72 jam yang diberlakukan semenjak Selasa (5/8). Kesepakatan gencatan senjata tersebut akan berakhir pada Jumat (8/8) pagi sekitar pukul 05.00 GMT.
"Israel tidak memiliki masalah untuk memperpanjang gencatan senjata, tanpa syarat," ujar seorang pejabat Israel yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Kamis (7/8/2014).
Sejauh ini, konflik di Gaza telah menewaskan 1.886 warga Palestina dan 67 warga Israel.
(nvc/ita)











































