Para ekstremis Boko Haram menyerang kota yang berlokasi sekitar 135 kilometer dari Maiduguri, ibukota negara bagian Borno itu pada Rabu, 6 Agustus dini hari waktu setempat. Warga setempat pun lari ketakutan meninggalkan rumah-rumah mereka.
"Puluhan warga kami telah tewas oleh para penyerang, beberapa dibantai dan banyak lainnya yang ditembak dengan senjata," ujar warga setempat, James Mshelia seperti dikutip AFP, Kamis (7/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka telah membuat takut ratusan warga yang kabur ke gunung-gunung di sepanjang perbatasan Nigeria dan Kamerun," tutur warga lainnya, Francis Mbala.
Menurut warga setempat, tak ada tentara selama serangan tersebut terjadi. Bahkan pemimpin Gwoza, Mohammad Idrissa Timta, pun tidak diketahui keberadaannya.
"Tak ada kehadiran militer di Gwoza sekarang," tutur Halima Jatau, salah seorang warga yang melarikan diri dari Gwoza.
Kelompok militan Boko Haram dilaporkan telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang sejak mereka melakukan pemberontakan pada tahun 2009 silam. Boko Haram bermaksud mendirikan negara Islam di Nigeria.
(ita/ita)











































