Obama Sebut Masih Terlalu Dini Kirim Obat Ebola ke Afrika

Obama Sebut Masih Terlalu Dini Kirim Obat Ebola ke Afrika

- detikNews
Kamis, 07 Agu 2014 11:20 WIB
Obama Sebut Masih Terlalu Dini Kirim Obat Ebola ke Afrika
Ilustrasi (Reuters)
Washington -

Wabah Ebola di kawasan negara-negara Afrika semakin parah. Namun Presiden Amerika Serikat Barack Obama menilai masih terlalu dini untuk mengirimkan obat-obatan percobaan demi membantu para penderitanya.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sedikitnya 932 orang tewas akibat wabah Ebola yang meluas di negara-negara Afrika, antara lain Liberia, Sierra Leone, Guinea, serta Nigeria. Dalam pernyataannya, Obama menyebut negara-negara yang terjangkit Ebola harus fokus pada pembangunan infrastruktur publik yang kuat.

"Saya pikir kita harus membiarkan ilmu pengetahuan membimbing kita... Saya pikir belum semua informasi mengenai obat ini didapatkan, termasuk apakah obat ini akan membantu," sebut Obama seperti dilansir AFP, Kamis (7/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ebola merupakan virus hemmorrhagic yang membunuh lebih dari setengah orang yang terinfeksi. Obama menekankan, bahwa Ebola tidak menular lewat udara.

"Ini bisa dikendalikan dan bisa ditahan dengan efektif jika kita menggunakan protokol yang benar," ucapnya.

Menurut Obama, alasan Ebola menyebar luas dikarenakan kurangnya sistem kesehatan publik yang memadai. "Negara-negara yang terdampak merupakan yang pertama melaporkan bahwa apa yang terjadi di sini adalah sistem kesehatan publik yang kewalahan. Mereka tidak mampu mengidentifikasi dan kemudian mengisolasi kasus yang ada secara cepat," jelasnya.

"Sebagai konsekuensinya, ini menyebar lebih cepat daripada wabah Ebola sebelumnya," imbuhnya.

Namun demikian, lanjut Obama, AS terus bekerja dengan mitra di Eropa dan juga WHO untuk memberikan penanganan yang tepat atas wabah ini.

"Kami fokus pada pendekatan kesehatan publik sekarang, karena kami tahu bagaimana melakukannya, tapi saya akan terus mencari informasi tentang apa saja yang sudah dipelajari mengenai obat-obat tersebut," tandasnya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads