Australia kehilangan 38 warganya, termasuk anak-anak, ketika yang bertolak dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia itu ditembak jatuh pada 17 Juli lalu. Keseluruhan penumpang dan kru yang berjumlah 298 orang tewas dalam peristiwa tragis tersebut.
Suara lonceng-lonceng gereja bergema di seluruh negeri Kangguru itu sementara ibadah mengenang para korban digelar di Katedral St Patrick di Melbourne. Gereja ini dipilih karena 16 orang dari 38 warga Australia yang tewas dalam tragedi MH17, berasal dari negara bagian Victoria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam seremoni tersebut, PM Abbott mengatakan bahwa keluarga para korban telah mengalami mimpi buruk yang tak terbayangkan.
"Pesawat mereka telah ditembak jatuh dari udara dan 298 orang tak bersalah terbunuh, termasuk 38 pria, wanita dan anak-anak yang menyebut Australia rumah mereka," tutur Abbott.
"Akan ada waktu untuk menghakimi yang bersalah, namun hari ini kita menghormati yang meninggal dan kita berduka," imbuhnya.
Pemerintah Australia telah menugaskan ratusan polisi, pejabat pertahanan dan pejabat-pejabat lainnya untuk membawa pulang warga Australia yang tewas dalam kejadian tersebut.
Sejauh ini, 228 peti jenazah berisi jasad-jasad korban telah diterbangkan ke Belanda untuk dilakukan proses identifikasi. Pencarian jasad-jasad lainnya pun terus dilakukan di lokasi kejadian di wilayah konflik Ukraina timur.
(ita/ita)











































