Semakin Menjalar, 932 Orang Tewas Akibat Wabah Ebola

Semakin Menjalar, 932 Orang Tewas Akibat Wabah Ebola

- detikNews
Kamis, 07 Agu 2014 02:21 WIB
Semakin Menjalar, 932 Orang Tewas Akibat Wabah Ebola
Geneva - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jumlah korban tewas akibat wabah ebola mencapai 932 orang. Benua Afrika menjadi wilayah yang terbesar dalam merebaknya wabah ini.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/8/2014), dari 932 angka kematian di antaranya terjadi pada 2 Agustus dan 4 Agustus dengan 45 orang. Adapun sejumlah negara Afrika yang menjadi daerah mewabahnya ebola adalah Liberia, Sierra Leone, Guinea, serta Nigeria.

Untuk Liberia menjadi yang terbesar dengan 282 kematian dari 516 kasus sejak wabah ini hadir di negara tersebut pada Februari lalu. Di Guinea sendiri dilaporkan ada 10 kasus dengan lima angka kematian. Sementara, di Sierra Leone ada 13 kematian yang baru dilaporkan. Begitupun dengan Nigeria yang diduga wabah ini terus meningkat dari awalnya empat menjadi sembilan kasus dengan dua kematian yang salah satunya adalah seorang perawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, WHO tidak menyebut wabah ebola yang diduga sudah masuk ke negara Arab Saudi setelah terdapat seorang pria meninggal pada Rabu usai dia kembali perjalanan bisnis dari Sierra Leone.

Sementara, WHO bakal mengadakan pertemuan lanjutan Komite Darurat pada Kamis hari ini untuk memutuskan apakah wabah ebola keadaan darurat kesehatan publik yang menjadi persoalan internasional. Kemudian, solusi langkah yang harus diambil terkait masalah ini.

Direktur Jenderal WHO Margaret Chan mengatakan pada sehari sebelumnya kalau pihaknya siap mengintensifkan langkah-langkah di empat negara Afrika yang sudah terkena dampak. Ada juga upaya untuk mengurangi penyebaran internasional serta pengobatan negara-negara di Afrika Barat yang sudah terkena dampaknya. Daerah perbatasan Sierra Leone, Guinea, dan Liberia mesti patuh dalam merealisasikan langkah intensif pencegahan ini.

"Tindakan kesehatan untuk masyarakat agar mengurangi potensi (wabah ebola) masuk dan keluar dari wilayah", katanya.

(hat/fjp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads