Dalam statemennya, DK PBB menyatakan, kelompok ISIL bukan hanya menjadi ancaman bagi Irak dan Suriah, namun juga bagi perdamaian, keamanan dan stabilitas regional.
"Serangan-serangan yang meluas atau sistematis terhadap populasi warga sipil dikarenakan latar belakang etnis, keyakinan atau kepercayaan mereka bisa dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, yang para pelakunya harus diadili," demikian pernyataan DK PBB yang dibacakan Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant.
Ini merupakan kecaman kedua oleh DK PBB dalam dua pekan terakhir mengenai serangan-serangan ISIL atau kini bernama IS di Irak. Demikian seperti diberitakan AFP, Rabu (6/8/2014).
Sang Dubes pun secara khusus menyebut tentang minoritas Yazidi yang telah diserang oleh para militan ISIL karena dianggap sebagai "pemuja setan."
Dikatakan Grant, etnis Yazidi dan minoritas lainnya telah bertahun-tahun tinggal di Sinjar dan daerah-daerah lainnya di provinsi Nenewa, Irak.
"Banyak dari warga Irak ini yang telah kehilangan tempat tinggal atau terpaksa kabur dan mencari perlindungan, sementara banyak yang lainnya telah dieksekusi dan diculik," demikian pernyataan DK PBB.
DK PBB pun menyerukan para politisi Irak untuk bersatu membentuk pemerintahan guna menangani ancaman yang ditimbulkan ISIL. Kelompok ini telah dikenai sanksi-sanksi oleh PBB karena dianggap sebagai afiliasi jaringan Al-Qaeda.
(ita/ita)











































