Libya memanas. Ribuan orang pun angkat kaki dari negeri yang dilanda konflik tersebut. Sebuah kapal Angkatan Laut Inggris juga telah mengevakuasi warga Inggris dari Libya.
Kapal militer HMS Enterprise mengevakuasi 110 orang, kebanyakan warga Inggris, dari ibukota Tripoli. Demikian disampaikan Duta Besar Inggris untuk Libya Michael Aron seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (4/8/2014).
"Sejumlah penumpang telah diantarkan ke Enterprise dengan kapal dan diberikan pasokan untuk perjalanan tersebut," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Inggris juga berencana menghentikan sementara operasional kedutaannya di Libya. Memburuknya kondisi keamanan di Libya telah membuat sejumlah negara menyerukan warganya untuk meninggalkan Libya. Sebagian negara bahkan telah mengevakuasi warganya dari negeri itu.
Libya telah mengalami kondisi tidak aman yang kronis sejak tergulingnya diktator Muammar Khadafi pada 2011 silam. Pemerintah Libya yang baru tak mampu menangani para milisi yang membantu menggulingkan Khadafi.
Pertempuran antara para milisi yang bertikai terus terjadi di sejumlah wilayah Libya. Bahkan di Tripoli, pertempuran tersebut telah menyebabkan penutupan bandara internasional. Sementara kelompok-kelompok Islamis juga bertempur melawan pasukan khusus Libya di kota Benghazi, Libya timur.
"Ini lebih buruk daripada 2011," cetus Ali Gariani, pria Libya yang menikahi wanita Yunani. "Saat itu kami dibombardir oleh NATO. Namun sekarang kami sedang dibombardir oleh warga Libya sendiri, dan itu sangat memalukan," ujarnya.
(ita/ita)











































