"Saya bisa laporkan bahwa jasad-jasad manusia kembali ditemukan; barang-barang lainnya juga telah ditemukan. Mereka akan dibawa ke Kharkiv untuk pemulangan ke Belanda, dan pada akhirnya pemulangan ke seluruh dunia," tutur Abbott seperti dilansir AFP, Sabtu (2/8/2014).
Dikatakan pemimpin negeri Kangguru itu, upaya pencarian jenazah di lokasi jatuhnya MH17 kemungkinan baru bisa selesai dalam waktu sepekan atau lebih. Terlebih lagi mengingat situasi di Ukraina yang sulit dan berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abbott mengatakan, dirinya tak bisa menyebutkan berapa banyak jasad yang kembali ditemukan. Sebelumnya, lebih dari 220 peti jenazah korban MH17 telah dikirimkan ke Belanda.
Menurut Abbott, pemerintah Ukraina telah bekerja sama penuh terkait tragedi MH17. Para pakar asal Belanda dan Australia yang berada di lokasi, juga bisa bekerja sama dengan para separatis pro-Rusia di lokasi.
"Sejauh ini, setidaknya orang-orang bersikap sama baiknya dengan kata-kata mereka," tutur Abbott.
Pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh di wilayah konflik Ukraina timur pada 17 Juli lalu. Sebanyak 298 penumpang dan kru pesawat tewas dalam peristiwa tragis itu. Di antara jumlah tersebut, termasuk 38 warga Australia, yang beberapa di antaranya adalah anak-anak.
Menurut pemerintah Amerika Serikat, para pemberontak pro-Rusia diduga telah menembak jatuh pesawat tersebut dengan rudal yang dipasok Rusia. Namun klaim ini dibantah para separatis Ukraina tersebut. Pemerintah Rusia dan para pemberontak Ukraina mencetuskan, pesawat MH17 kemungkinan telah ditembak jatuh oleh sebuah jet tempur Ukraina. Namun pemerintah Ukraina membantah keras hal tersebut.
(ita/ita)










































