Sebuah kapal yang dicarter pemerintah Manila akan bertolak dari Malta dalam beberapa hari untuk mengangkut warga Filipina dari pelabuhan-pelabuhan di kota Benghazi, Misrata dan ibukota Tripoli. Namun pemerintah Filipina menyesalkan banyaknya pekerja yang masih enggan pulang ke tanah air karena khawatir tak akan mendapatkan pekerjaan di Filipina.
"Departemen Luar Negeri meminta dengan sangat bagi mereka yang belum membuat keputusan untuk pulang agar mempertimbangkannya karena rute-rute pemulangan berkurang dengan cepat," demikian statemen Departemen Luar Negeri Filipina seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan pejabat tinggi Filipina itu, perbatasan Tunisia-Libya telah ditutup pada Jumat, 1 Agustus waktu setempat menyusul insiden penembakan yang terjadi. Sementara lintas perbatasan ke Mesir telah ditutup sejak berbulan-bulan lalu.
Pada 20 Mei lalu, pemerintah Filipina telah mengingatkan warganya untuk meninggalkan Libya. Pemerintah kemudian memutuskan evakuasi wajib bulan lalu menyusul pemenggalan seorang pekerja bangunan asal Filipina di kota Benghazi.
Namun meski adanya kondisi genting tersebut, sejauh ini baru sekitar 800 pekerja yang kembali ke Filipina.
(ita/ita)










































