Prancis Bantah Pesawat Aljazair Ditembak Jatuh Pemberontak di Mali

Prancis Bantah Pesawat Aljazair Ditembak Jatuh Pemberontak di Mali

- detikNews
Jumat, 25 Jul 2014 16:43 WIB
Prancis Bantah Pesawat Aljazair Ditembak Jatuh Pemberontak di Mali
Ilustrasi
Paris, - Pesawat penumpang Aljazair, Air Algerie jatuh di wilayah Mali yang dilanda konflik. Muncul dugaan pesawat yang mengangkut 116 orang itu ditembak jatuh para pemberontak setempat. Namun spekulasi ini langsung dibantah pemerintah Prancis, yang 51 warganya termasuk di antara para penumpang pesawat nahas tersebut.

"Kami sejak awal telah mengesampingkan kemungkinan serangan dari darat," tegas Menteri Transportasi Prancis Frederic Cuvillier seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (25/7/2014).

Cuvillier juga menekankan, sangat mustahil ada yang selamat dari tragedi pesawat Air Algerie yang jatuh pada Kamis, 24 Juli tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengingat kondisi pesawat (bangkai), sangat tidak mungkin, bahkan mustahil, ada yang selamat," tuturnya di stasiun televisi Prancis. Dikatakannya, pasukan militer Prancis saat ini tengah dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan, penyebab paling mungkin atas kecelakaan pesawat ini adalah kondisi cuaca yang buruk.

"Kami pikir pesawat ini jatuh karena alasan yang berkaitan dengan kondisi meteorologi," ujarnya di radio RTL.

Sebelumnya, seorang pejabat setempat di Gossi, Mali mengatakan, pesawat tersebut diduga tersambar petir sebelum jatuh. Dikatakan pejabat tersebut, seperti dilansir Reuters, ada sekelompok penggembala setempat yang menyaksikan langsung jatuhnya pesawat AH 5017. Keterangan saksi mata tersebut telah disampaikan kepada otoritas Burkina Faso.

"Para penggembala tengah berada di semak-semak dan melihat pesawat tersebut jatuh," konselor publik di Gossi, Louis Berthaud kepada Reuters via telepon.

"Pasti terkena badai dan terkena sambaran petir. Mereka mengatakan bahwa pesawat tersebut dalam keadaan terbakar ketika jatuh, sebelum akhirnya meledak," imbuhnya.

Sebelumnya, Jenderal Gilbert Diendere, anggota unit krisis Burkina Faso menuturkan, tim penyelidik telah bergerak ke lokasi untuk memeriksa puing-puing pesawat tersebut. Pesawat ditemukan oleh tim dalam kondisi hangus terbakar.
 

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini